Kamis, 22 April 2010

LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI mahasiswa dan abg smu belajar senggama di tempat kost

Halo, aku adalah Yono, 24 (bukan nama sebenarnya) seorang mahasiswa semester

akhir sebuah PTN di kota kembang. Aku adalah anak sulung dari empat bersaudara.

Asalku dari kota yang terkenal dengan pempek nya.

Sekarang saatnya cerita,

Aku memiliki seorang teman dekat yang bernama Laura, Aku dan Laura berkenalan

ketika kami masih sama-sama duduk satu kelas di sebuah SMA ternama di kota

Pempek, Laura sangat dekat denganku karena kami duduk satu meja, antara aku dan

laura betul-betul hanya sebatas teman biasa. Aku dan Laura masing-masing telah

mempunyai pacar.

Setelah kami tamat dari SMA persahabatan kami makin solit karena ternyata, Laura

pun berkeinginan kuliah di kota kembang, dan Laura diterima sebuah PTS di daerah

Taman Sari di kota Kembang. Singkat cerita setelah aku kuliah di kota kembang,

pacarku yang ada dikota Pempek memutuskan hubungan dengan diriku. Sebagai

seorang sahabat baik Laura menghiburku, dua tahun tidak terasa kami telah kuliah

di kota kembang.

Pada hari minggu pagi, aku di kejutkan dengan kedatangan Laura di rumahku dengan

mata merah habis menagis. Aku bingung dengan keadan Laura pada saat itu.

Dengan isak tangis dan suara terbata-bata ia, bercerita tentang Rudi pacarnya

yang di Kota pempek telah memutuskan dirinya.

Alangkah tololnya si Rudi ini pikirku , memutuskan hubungan dengan Laura.

Perluku terangkan bentuk fisik Laura, sebagai seorang wanita ia termasuk wanita

yang cantik, dengan bentuk tubuh yang padat, kulit putih, hidung mancung dan

bibirnya yang sensual, mengingat ia pernah keluar sebagai juara dua perlombaan

busana Jean's yang diselenggarakan tiap tahun oleh sebuah toko di daerah

Cihampelas dan hal itu yang membuatnya akhirnya muncul sebagai foto model sebuah

Majalah Ternama.

Untuk menghilangkan semua kesedihannya aku mengajak Laura jalan-jalan. Dalam

perjalanan aku menghiburnya dengan lelucon-lelucon yang kadang-kadang konyol.

"Yo", aku ingin menghilangkan semua kenangan dengan Rudi, dan membuat kenangan

baru yang manis !!!!!!!!!!

Kenangan baru, kenangan manis, tanyaku padanya ??? baik pokoknya hari ini " Yo "

akan membuat kenangan baru untuk Laura

Perjalanan kami mulai dangan mengunjungi Gelael dan makan siang disana, Dari

sana kami menuju BIP dan nonton filem. Setelah didalam bioskop aku nekat

merangkul Laura dan ternyata Laura pun mendiamkan saja hal itu yang membuat aku

semakin berani dan menjalarkan tanganku ke pahanya dan tanpa permisi lagi ku

kecup pipinya yang putih, ia memandang mesra kepadaku.

Dan ia bertanya Yo, apa yang membuat dirimu melakukan hal itu, akupun hanya diam

dan kujawab dengan ciuman dibibirnya. Ternyata Laura memberikan respon yang

baik, dia membalas ciumanku dengan menggigit bibir bawahku aku semakin bernafsu

siUcok pun mengeras dengan sangat cepatnya, dan dengan reflek tanganku langsung

menuju selangkangannya dan mengusap-usap memeknya, kukulum bibirnya ia balas

dengan menghisap bibirku dan sebaliknya, entah apa yang berkecamuk di pikiran

kami pada saat itu. Setelah itu ia melapaskan pangutanku dan meminta aku

memperhatikan filem saja.

Setelah selesai nonton aku mempunyai ide untuk mengajaknya ke pemandian air

panas di daerah lembang untuk berenang dengan harapan aku dapat berenang di

lautan asmara

Laura, kita renang yuk ajakku dan ia pun setuju !!!

Setelah sampai disana kami pun berenang dan bermain air dan di dalam air aku

mulai mencuri-curi untuk menyentuhkan tanganku kebagian-bagian kewanitaan Laura,

nampaknya ia pun mulai membaca pikiran kotorku dan mulai mengajakku untuk

pulang.

Hari telah mulai berganti malam, udara pegunungan yang dingin mulai turun

ditambah dengan dinginnya AC mobilku membuat nafsuku naik dan dari

guyonan-guyonan yang rada ngeres yang kami bicarakan aku yakin berpikiran sama

denganku, nampaknya kejadian di bioskop dan kolam renang masuk ke otaknya, hal

itu terlihat dari pembicaraan kami yang makin ngaco dan jorok.

Aku pun meminggirkan mabil, Laura memandangku dengan membisu dan tanpa membuang

waktu aku langsung menecup bibirnya, dan di balasnya dengan mempermaikan lidah

di mulutku. Kursi mobil kumundurkan dan kurubah posisinya tidur, tanpa disuruh

tanganku mulai merengkuh payudaranya yang sintal. "Emmm.., Yoo… ahh…Yoooo jangan

Yooo…, Laura merintih keenakan. Tak kuhiraukan rintihannya mulai merogoh

payudaranya. Laura makin terangsang tangannya mulai menuju ke SiUcok yang sudah

mengeras dari tadi dan memijit-mijitnya. Segera tanganku mencopoti kancing baju

dan nampahlah teteknya yang indah di tutupi BH .

Seumur-umur selama pacaran dulu aku belum pernah melakukan hal senekat ini

paling-paling hanya ciuman-ciuman biasa, nampaknya pergaulanku di kota kembang

lah yang membuat aku bisa melakukan hal ini.

Yo, jangan disini nanti ada yang liat, kita pulang aja biar leluasa pintanya,

Aku diamkan saja dan langsung ku stater mobil dan bergegas menuju rumahku dengan

kecepatan yang menggila, nafsuku sudah di ujung tanduk.

Setelah sampai dirumah langsung kurangkul dan kuciumi dengan buasnya. Yo,

pelan-pelan, jangan bernafsu begitu pintanya, tapi mana aku peduli akan

permintaannya itu.

Kudorong tubuhnya yang aduhai kedinding dan kukecup bibirnya yang membuat aku

gemas dan bernafsu ingin melumatnya, kutekankan siUcok ke kemaluannya dan iapun

berkata "wah udah nafsu bener tu siUcok"

Bibirku mulai turun ke daerah leher dan semakin kebawah lagi, tangan kiriku

mulai meremas remas susunya, begitu pun tangan kiri Laura yang menuju ke siUcok

sedangkan tangan kanan kami saling berpegangan yang semakin erat. Laura semakin

menikmati permainan bibirku dan tanganku, kepalanya kekiri dan kekanan dengan

mata yang terpejam, akupun tau nafsunya mulai di ujung tanduk.

Dengan sigapnya tangan kiriku mulai melepas kancing bajunya, tangan kananku

menggantikan peranan tangan kiri untuk meremas susunya.

Segera setelah baju nya terbuka BH nya pun daku lepaskan dan kulempar kan entah

kemana, payudara Laura dapat terlihat dengan jelas. Padat sekali dan berwarna

putih mulus dengan puting susu yang berwarna pink. Putting susu itu membusung

kedepan memperlihatkan lancipnya payudara Laura. Langsung kuremas payudara

kirinya sementara mulutku menuju yang kanan dan langsung kukenyot itu susu,

Laura semakin kebelingesan dan kepalanya kekiri dan kekanan sementara tangannya

membelai kepalaku dan menekan kepalaku semakin kedalam, Laura merintih keenakan

ahhhh Yo terus Yo ahhhhh, aku tau ia semakin terangsang dan secara tiba-tiba aku

hentikan semua kegiatan tangan dan mulutku, kutarik tangannya menuju kekamar.

Sesampai di kamar kudorong tubuhnya ke kasur melanjutkan aksiku yang tertunda

tadi. Ku tindih tubuh Laura, dan binirku mulai bermain-main dengan bibir,

kuping, leher dan turun kesusunya, tiba-tiba.

Yo, "STOP" ,Yo tolong stop dulu tangannya mendorongkan tubuhku, Yo, kenapa kamu

lakukan ini ke Laura ?" Tanyanya sambil memeluk pinggangku, "katanya mau membuat

kenangan manis yang baru, makanya Yo melakukan hal ini, tapi kita kan bersahabat

Yo, bukan sepasang kekasih dan lagi kita belum menikah, terus terang saja Rudi

belum pernah melakukan sampai sejauh ini pada Laura. Laura, aku berusaha

mengecup bibirnya tetapi ia menghindar dan meletakkan jari telunjuknya di

bibirku, langsung saja ku gigit, dan kukulum.

Yo, jawab dulu dengan jujur pertanyaan ? Laura, Yo, Pernah melakukannya hal ini

dengan pacar, Yo. Aku pun menggelengkan kepalaku, Tapi kayaknya Yo sudah biasa

melakukan hal ini dengan wanita, Naluri laki-laki jawabku singkat.

Laura, "Yo ingin menghibur Laura".

Tapi mustinya bukan dengan cari begini, Yo

Ok, jawab pertanyaan Yo dengan jujur ?, Laura menikmati permainan kita ini dan

Laura masih ingin melanjutkannya, jawablah dengan jujur.

Laura pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

Dengan sigap akupun langsung menindih kembali tubuh Laura, "Yo, sabar sebentar,

bagai mana nanti kalau keterusan

Yo, pasti akan menikahi Laura, dan detik ini Yo menyatakan cinta dan sayang pada

Laura, akupun langsung melumat bibirnya sehingga ia tidak bisa menjawab

pernyataanku tadi, tapi dari reaksinya yang melayani ciumanku, akupun mengerti

ia setuju dengan peryataanku.

Aku semakin berani, kubuka kaos yang kepakai sehingga kulit dadaku langsung

bersentuhan dengan kulitnya dan perasaan hatiku semakin hangat, degub jantungku

semakin cepat, aku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kali ini Laura semakin garang, tangannya menjambak rambutku, ia pun merintih

menikmati permainan tangan dan bibirku, sekali sekali ia menggigit bibir dan

leherku, kubalas dengan memasukkan lidahku ke kupingnya.

Laura, "hem, Yo buka jean'snya ya, iapun menganguk.

Singkat waktu tanganku bereaksi dengan sigap melepas kancing celananya, kutarik

lepas celana jean'snya,nampaklah pahanya yang mulus dan CD berwarna krem,

tanganku otomatis langsung memegang memeknya dan ternyata memeknya sudah basah,

dengan deguban jantung yang semakin cepat, karena ini pertama kali aku melihat

dan memegang memek seorang wanita, akupun makin membayangkan apa yang akan aku

dapatkan hari ini, akupun langsung membuka jelanaku dengan tergesa-gesa dengan

di bantu oleh tangan Laura, nampaknya ia pun tidak sabar ingin melihat siUcok

yang perkasa, Yo, "siUcok boleh Laura pegangya.

Layaknya seorang prefisional, akupun kembali menciumi bibir, leher, kuping dan

susunya Laura, sementara tangan kiriku meraba-raba memeknya dan kuberanikan

memasukkan tanganku ke dalam CD nya, basah kataku, iapun mengangguk, Laura pun

memasukkan tangannya kedalam Cd ku makin membesar saja siUcok dan iapun

berteriak gila besar bangat milikmu Yo, "Laura takut Yo, ia berkata lirih,

Nggak apa-apa, nanti kalau sudah ngerasain pasti ketagihan kataku. Akupun

merasakan degub jantung Laura semakin cepat.

Bibirku menarik putting susu kanannya Laura. "Ah……enak Yo " Laura merintih

keenakan. Kudekatkan kepalaku ke susu kirinya, ku hisap - hisap puting kiriya.

Laura semakin menggelinjang.

Tanganku bergerak dengan cepat melepas Cdnya dan nampaklah hutan rimba yang

sangat lebat, kuusap tanganku kememeknya, kutari-tarik jembutnya yang hitam,

akupun menepukan sebuah lubang kecil yang basah, kugesekkan tangan ku kelobang

memeknya, Laura semakin merintih, ahhh…ahhhh suara rintihannya semakin nyaring

membuat akupun semakin nafsu, ia pun melepaskan CD ku dan siUcok pun nampak

berdiri dengan perkasanya.

Kami sudah telanjang bulat, kuraih tangan kiri dan kanan, tangan kamipun saling

bertautan, kutindih tubuh Laura yang betul-betul membuat aku melupakan semuanya.

Pantatku kusodak-sodakkan, kutekan-tekan kepala SiUcok menyentuh bibir memeknya,

Laura semakin merintih tidak beraturan Ahhhh…….Shhhhh

Ssssshhhhhhhh.......Aaaahhhhh……Eeeehhhh, pantatnya pun bergerak kekiri dan

kekanan, matanya terpejam ia betul-betul menikmati permainan ini, aku pun

semakin bernafsu.

SiUcok semakin liar bergrilya di memeknya, jembutnya menyentuh dan bergeseka

dengan kepala dan batang siUcokku.

Laura, Hemmm "Yo mau keluar nih…..

Yo, tanggung Yo jangan dulu Yo, Laura juga bentar lagi……ehhhh…ahhh Tiba-tiba aku

merasakan ada dorongan yang hangat keluar dari kepala siUcok, Aku keluarrrrrr

ahhhhhhhh, Aku KO…membatin didalam hatiku Aku masih amatiran…..air maniku

berceceran di perut Laura…" Yo….", temperlkan lahi Yo, Laurapun mempercepat

gerakan pantatnya iapun nampaknya tidak mau kalau aku yang merasakan kenikmatan,

siUcok yang sudah mengecil seperti di pelitir tergunjang kekanan dan kekiri,

bibirku masih bermain telingan Laura, tak berapa lama kemudian dia mengerang

ahhh……

ssssshhhhh…….enaaaakkkkkk….. Yoooo, ia memanggil namaku dan kuraskan siUcok yang

berada di bibir memeknya terasa hangat, kamipun tergolek lemas dan kulihat Laura

mulai tertidur. Akupun memikirkan kekalahanku di sesi pertama ini, tak berapa

lama akupun tertidur pulas.

Jam 9.00 malem Aku terbangun, perutku teras laper banget kulihat Laura pasih

pules banget kekecup bibirnya pelan, matanya terbuka, Yo… ada apa sayang…serrrrr

kalimat itu langsung membuat siUcok bangun lagi dan Laura yang kebetulan

tangannya menyentuh siUcok bergumam si Ucok udah mualai bangun lagi tuh.

Kulumat bibirnya dan sibalasnya kecupan ringan.

Laura," Yo keluar sebentar beli nasi ya, iapun mengangguk. Akupun bangun

mengambil pakaian kulihat ia mulai mau tidur lagi, akupun pergi keluar mencari

nasi Padang.

Baru saja aku melangkahkan kaki masuk dan akan memesan nasi ada yang berteriak

memanggil, "Yo….Yono…. sini oi sebentar, kucari sumber suara itu dan kudapati

rombongan teman-teman dari kota Jump Bee (masih daerah sumatra) mereka

mengontrak rumah tidak jauh dari rumahku.Hanya saja mereka itu anak-anak ajaib

yang hidupnya seperti Batman, tidur disiang hari keluyuran mencari mangsa di

malam hari, aku sering di ajak oleh mereka tapi tidak pernah kuturuti, karena

melihat gaya hidup mereka yang serabutan padahal kami sama-sama masih kuliah,

takut mengganggu kuliahku, jawabku memberialasan jika mereka mengajakku untuk

berlayar.

Tapi kali ini lain sekali, kudekati rombongan yang lagi makan tersebut, dan

kutegur orang yang paling akrab denganku, Roto namanya, "To, sebentar To, "aku

ada perlu sama ente, ada yang ingin aku tanyakan sebentar dan ini urusan yang

sangat penting yang tidak dapat ditunda-tunda. Anak-anak yang lain pada berhenti

makan dan memandang aneh kepadaku.

Entar dulu, "Yo, sikit lagi.

Ok…..urusan dunia ape urusan akherat heeee !!!!!

Ayolah sebentar ini urusan dunia, "Roto bergesas berdiri dan kami menuju meja

yang kosong.

Ake ceritakan pengalamanku dengan Laura sambil malu-malu, "Ia tertawa sangat

keras dan terbahak-bahak, orang yang pada makan memperhatikan kami berdua dengan

heran.

Yo, "dulu aku sering ngajak kamu untuk menjari pengalaman tapi ente selalu

menganggap enteng masalah ini, Ok "sekarang gua ajarin inti-intinya saja

selanjutnya terselah dikau bisa menjalankannya tidak, maka dengan waktu yang

tidak lama aku menerima pelajaran singkat dan cepat.

Kalian ngomongin apa sih kayak penting banget dan rahasia, sehingga harus

memisahkan diri dari rombongan, tanya, Diki? penasaran sambil mendekat.

Ah enggak terlalu penting tapi harus dibicarakan secara pribadi, jawabku

singkat. Aku pun membeli nasi dan segera pamit pada mereka.

Laura, "makan yok, mumpung nasinya masih panas, aku mencari Laura di kamar.

Ya, "tarok aja di meja jawabnya singkat, ternyata ia lagi mandi sambil

bersenandung. Akupun menghayalkan bentuk tubuhnya yang aduhai kulitnya yang

halus, toket nya yang kencang, memeknya, jembutnya yang rindang, nafsuku bangkit

dengan cepat.

Laura, "tok-tok kuketuk pintu kamar mandi, buka ,"Yo udah kebelet ingin pipis,

kamarmandi belakang enggak ada air pintaku.

Begitu, pintu tebuka kulihat tubuhnya penuh dengan sabun, kupandangi tubuhnya

dengan nafsu, akupun lupa pada nasi yang kubeli.

Yo, "halo Yo jangan ngelamun katanya mau pipis.

Kudekati tubuhnya, "ahh enggak jadi jawabku singkat, kutarik tubuhnya masuk

dalam pelukanku, "Yo, buka dulu dong bajunya.

Secepat kilat, semua pakaianku tertanggalkan semua.

Kutarik lagi tubuhnya, kulumat bibir bawahnya dengan halus dan pelan-pelan,

kujulurkan lidahku masuk kedalam mulutnya, ia membalas permainan lidahku dengan

dengan menggigit lidahku pelan, tangan kiriku bermain di toketnya, kutarik-tarik

putting susunya, kuputar-putar kekiri dan kekanan, sementara tangan kanan meraba

tengkuknya, ia kembali merintih, kudorongkan tubuhnya kedinding, kutekan siUcok

yang sudah mengencang kearah memeknya, siUcokku terselip di antara

selangkangnnya, ia merintih…ahhh….sssshhhhh….ahhhh…. ,tangannya memelukku lebih

erat lagi,

" Yo, tadi dari mana sih, kanyaknya ada yang berbeda dari Yo, yang tadi,

tanyanya?, aku diam saja tapi gerakan siUcok,tangan dan bibirku kadang

kepercepat kadang kepelankan kadang antara kena dan tidak, ia benar-benar sangat

terangsang dengan permainanku sekali ini.

Kusiram tubuhnya dengan air untuk menghilangkan sabun didirinya, kepalaku

kuturunkan ke toketnya dan kulumat susu kirinya, tanganku meremas-remas yang

kanan, kugigit putingnya susunya,

kuisap-isap….ahhhh…..shhhhh….Uaaaahhhh….aahhhhhh……kupindahkan tangan kananku

kebawah dan kuraba memeknya yang sudah mulai terasa basah dan berlendir, mulutku

pindah ke toket sebelah kanan dan kugigit lagi putting susunya, sementara tangan

kiriku menggantikan posisi mulutku yang tadi mengisap toket kirinya, permainan

kali ini memang berbeda dari yang pertama, aku tidak terburu-buru untuk mencapai

kepuasan tetapi berusaha menikmati setiap gerakan yang keciptakan.

Tangan kanan ku semakin lincah bermain-main di memeknya dan kumasukkan jari ku

kememeknya yang sudah becek, " Yo sakittttt…..ahhhh… sakitttt…..,"kuturunkan

kepalaku menjilati perutnya, kumaikan lidahku di lubang

pusernya……ahhhh….assshhh…. geli….Yo...

Tangannya meraih kepalaku dan mengacak-acak rambutku.

Kepalaku semakin semakin kebawah dan mulai menciumi daerah

selangkangnnya…ahhhhh…..sshhhhh…ahhhhh….kukangkangkan kakinya memeknya yang

basah dan berlendir dengan perasaan jijik kujilat memeknya seperti ajaran,

"Roto……ahhhhhh…shhhhh…..ahhhh…..ahhh…eeehhhhh… Yo, "jangan jijik ia berusaha

menjauhkan wajahku dari memeknya tapi dengan sedikit paksaan tetap saja kujilati

memeknya "Yo….Yo….. Yoooo… ahhhh….ssshhhh….ahhh…. ia menggoyang-goyangkan

pinggulnya kekiri dan kekanan, rambutku semakin di buat awut-awut oleh "Laura,

ditekannya kepalaku lebih kedalam ……ahhhhh……sshhhhhh…enakkkkkkk….ahhhhh

….emmmmemm…….ahhhhhhhhh…….tiba-tiba gerakan pinggulnya semakin

cepat……ahhhhh…..Yo…….aahhhhhh…… Laura….. keluarrrrrr……Yoo, tubuhnya tiba-tiba

menegang dan bersamaan dengan tubuhnya melemas dari memeknya keluar cairan putih

yang sangat banyak.

Aku berdiri dan langsung merangkul tubuhnya yang sudah lemas.

Yo, "siUcok belum keluarya tanyanya…..kutuntun tangannya ke siUcok dan

dikocok-kocoknya siUcok, sebentar saja siUcok sudah berdiri dengan sangat

menantang.

Kuambil handuk dan kukeringkan tubuh Laura, kutarik tangannya menuju kamar,

kurebahkan tubuhnya di kasur, kulemat lagi bibirnya yang renum, tanganku pun

kembali bermain-main di memeknya, matanya kembali terpejam, menikmati permainan

tanganku.

Yo, "Laura istirahat dulu, tapi permintaan itu kutepis dengan hisapan dan

permainan lidah yang menawan dibibirnya, kurasakan Laura mulai terangsang,

memeknya mulai berlendir kembali.

Laura," siUcok jangan didiamkan saja, iapun meraih siUcok dan mulai

mengocak-ngocakkannya, siUcok berdiri dengan sangat hebatnya, memek Laura

semakin bancir dengan lendir akibat permainan tanganku.

Laura, "siUcok dimasukinnya !!!

Yo, "Laura masih perawan, Laura takut hamil !!!!

Enggak, "nanti kalau keluarnya enggak didalem menyakinkannya.

Laura, boleh ya, "Yo masukin tanyaku lagi?

Laura diam sesaat, tidak segera menjawab tetapi kurasakan kedua kakinya digeser

membuka. Karena tidak ada jawaban, kulebarkan lagi selangkangannya sehingga

memeknya nampak menyeruak lalu kupegang batang siUcokku dan kuarahkan ke lobang

memek Laura yang sudah basah serta pelan-pelan kutekankan kelobangnya.

Kepala siUcok masuk, "Aduhhh, Yo sakit….kucabut kembali siUcok… bibirku kembali

melumat bibr Laura dengan rakusnya bersamaan dengan itu kuusakan suUcoh Untuk

menerobos memk Laura, ternyata siUcok susah untuk menemukan itu lobang,

kurasakan siUcok di pegang oleh Laura dan dituntunya ke arah Lobong memeknya

rupanya ia pun ingin merasakan nikmatnya siUcok yang bermain di dalam memeknya.

Walaupun memek Laura sudah penuh dengan cairannya, kurasakan masuknya siUcok

kedalam memek Laura susahnya bukan main sehingga kuperhatikan wajah Laura

seperti menahan rasa sakit dan terpaksa tekanan siUcokku kutahan sebentar dan

kutarik sedikit keatas kutekan lagi sedikit.

Melihat wajahnya sudah biasa dan kurasakan tangan Laura yang berada dipungungku

menekan pelan-pelan, lalu kembali siUcokku kutekan lebih kedalam lagi

pelan-pelan

Aduh Yo, masih sakit kutahan kembali gerakan siUcok, kulihat mimik mukanya mulai

tenang kembali, kutekan kembali siUcok dan mentok, Laura meringis menahan sakit

sehingga akupun merasa iba.

Kutarik siUcok pelan-pelan kutekan kembali, Laura pun masih menahan sakit di

memeknya, lama-lama mukanya mualai biasa dan kesempatan itu kupergunakan,

secepatnya siUcok kutekan kedalam Creeet aduh ," Yo sakiiittttt…….. sambil

menahan pinggulku aku merasa siUcok telah merobek selapu daranya, kutekan terus

sampai mentok dan kudiamkan tanpa gerakan, Kuraih tangan kiri dan kanannya kedua

tangan kami sudah bertautan dan kuarahaka keatas kepala kami, kucium bibirnya,

kupingnya, hidunggnya, kutarik pelan siUcok dan kubenamkan kembali, ia masih

merasa sakit, kuulangi sampai kurasakan pinggulnya bergoyang, secara

pelan-pelan, kuikuti dengan menari siUcok agak keluar, kutekan kembali dengan

pelan …ahhhhhhh….ahhhhhhhh…..emmmmmmm…..Yo …. Tekan lagi, " Yo, akupun mengikuti

irama gerakan pinggul dari Laura, gerakannya semakin cepat, kudiamkan siUcok

sesaat, Yo,"Tekannnnnnnn jangan didiamkan, pleas Yoooooo…… kusumpal Mulutnya

dengan bibirku emmmm……ahhhhhhh…..Tiba-tiba Laura menaikkan kakinya keatas

pinggulku aku merasa siUcok seperti diurut-urut, aku yakin sebentar lagi ia

pasti akan mencapai organism, gerakan pinggulnya semakin ganas

aaahhhhh…sshhhhhhh……aaaaahhhh ……. Aku merasakan hentakan kakii Laura memintaku

menekan lebih dalam, tiba-tiba cengkraman tangannya pada tanganku menguat dan

kurasakan ada sesatu yang mengalir dengan hangat di memeknya Laura, ia orgasem

yang kedua kalinya, tubuhnya lemas.

Yo. "stop dulu, istirahat dulu Yo

Kutatap wajahnya yang manis, memancarkan keletihan dan kepuasan, kukecup sekali

bibirnya, kulepaskan cengkraman tanganku pada tangannya, kutarik siUcok

perlahan-lahan keatas seolah-olah inginku cabut, ketika hanya tinggal kepalanya

yang terbenam kutekankan lagi siUcok, tanganku meremas-remas kedua susunya,

kutarik-tarik dan kuputar-putar putting susunya.

Yo,"Laura capekkkk, stop dulu

Permohonan itu tidak kuhiraukan, "Yo……….ahhhhhh…..ahhhhhhh……… pleas "Yo,

istirahat dulu sebentarrrrr, kulihat kepalanya kekiri dan kekanan sementara

matanya terpejam-pejam, kupercepat kocokan keluar masuk siUcok di memeknya dan

akibat sangat terasanya gesekan gesekan di memeknya yang terasa sempit itu,

membuatku nggak sadar berdesah .sssssshhhhh ssssssshhhh . enaaaaak aaaaasss

.aaaaaacccrhhhhh.., sedangkan Laura mulai terangsang memeknya akibat keluar

masuknya siUcok dan kadang-kadang sampai mentok di ujung memeknya, gerakan

pinggulnya mulaiteras lagi, semakin-cepat dan nggak teratur serta kuku jari

tangannya mencengkeram kuat di pinggangku sambil sering kudengar rintihan Yoo… .

teruuuuus……. Yoooo….enaaaaak….Yoooo….. aaaaahhhhh…….

Sssshhhhh……enaaaak…..ahhhhhhh. Tidak terlalu lama kemudian gerakan pinggul Laura

semakin menggila dan aku merasa siUcok seperti dipijit-pijit, pelukan dan

cengkeraman kukunya semakin sering dan nafasnya juga sudah semakin cepat dan

tiba-tiba Laura berteriak

Yooooo…..Ammmmpppunnn Ahhhhhhhhh…….Akuuuu……….. ngaaaak……….kuaaaat……….Ahhhhh

Mendengar rintihannya aku semakin bernafsu makin kupercepat gerakan siUcok

sampai terdengan suara cepret….ceplok…ceplok……dimemeknya karena begitu banyak

lendir yang ada.

Yooooo……Akuuuuuu……….sekaraaaaang ..aduuuh .keluaaaaaaaar .aaaaaacccrhhhhhh,

sabarrrrr sedikkitttt…..lagiiiiii…Yoooo……Jugaaaa keluaaarrrrrr……badannya seperti

kejang kejang, dan kubantu orgasme Laura dengan memeluknya kuat-kuat serta

kupercepat kocokan keluar masuk siUcok.

Aduh, " udah doonggg, enggak kuat laggggii

Laura, "Yo Jugggggga………maauuuuu…… ahhhhhhhhhhhh….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar